Pulau Batam, adalah salah satu dari gugusan pulau pulau yang tercakup dalam wilayah provinsi Kepulauan Riau. Di sisi timurnya terdapat Pulau Bulan dan Karimun. Di baratnya adalah Pulau Bintan. Di sebelah selatannya berjajar Pulau Rempang dan Galang. Di sekitarnya bertaburan pulau pulau kecil.
Apa yg membuat Batam menjadi paling terkenal dibanding puluhan pulau lain di Riau kepulauan, bahkan dibanding Riau daratan yg lebih dahulu 'bermartabat'?
Jika kita berdiri di sepanjang sisi utara Batam, baik di tepian pantai pantai indahnya, maupun di lereng bukit bukit eksotiknya, maka di penghujung pandangan mata akan terpampang lukisan nyata berupa deretan gedung pencakar langit. Bilamana malam tiba, lukisan itu kian semarak dgn kerlap kerlip aneka warna lampu kota. So so so beautiful...
Lukisan itu adalah Singapura, dan dia benar nyata ada dalam jarak teramat dekat. Singapura adalah 'luar negeri' yg hanya berjarak 20 km atau 12,5 mil laut dr lepas pantai utara Batam. Orang Batam tak pernah merasa sedang pergi ke luar negeri ketika mereka pergi ke Singapura. Anak mereka sekolah di sana. Ibu ibu shoping di sana. Bapak bapak bisnis di sana. Dan di akhir pekan bisa dipastikan kawasan wisata di seantero Singapura akan dibanjiri orang Batam.
Pergi ke Singapura bagi orang Batam, tak ubahnya pergi ke Jakarta bagi orang Bogor. Atau ke Yogya bagi orang Purworejo. Bahkan jauh lebih nyaman. Karena tanpa visa, tanpa macet, tanpa polusi, tanpa gerah! Ironinya, orang Singapura justru berduyun-duyun ke Batam. Mereka belanja habis-habisan karena pakaian, bahan pangan, dan kebutuhan pokok jauh lebih murah di Batam. Mereka berbisnis, membangun perusahaan di Batam dan mempekerjakan penduduk Batam karena upahnya jauh lebih rendah. Tragis. Tapi begitulah simbiose yang terjadi. Bagai 2 saudara kembar yg saling membutuhkan.
Wednesday, May 14, 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)
